Visa Rusia


Sebenarnya membuat visa Rusia tidak terlalu sulit, persyaratannya tidak banyak seperti Schengen Visa yang harus melampirkan bukti keuangan, surat keterangan kerja, bahkan ada embassy yang mewajibkan melampirkan SPT pribadi (!). Tapiiii… bukan visa namanya kalau nggak ada yang bikin rempong. Khusus untuk visa Rusia, kita harus melampirkan beberapa dokumen seperti:
(a) bukti pembayaran transport entry-exit Rusia dan akomodasi yang sudah dibayar lunas (e-ticket, bukti transfer/copy slip EDC/Tanda Terima); dan
(b) Visa Support Letter dari hotel atau agent di Rusia.

Persyaratan lengkapnya yang paling update bisa dilihat di situs resmi Kedutaan Rusia: https://indonesia.mid.ru/web/indonesia_en/visa-to-russia dan pengajuan visanya juga dengan mengisi e-form online.

Untuk Visa Support Letter, saya menggunakan jasa www.saint-petersburg.com. Mereka akan kasih surat ini gratis kalau kita memesan hotel lewat mereka atau kita book sendiri di www.booking.com lewat link mereka (jadi tidak langsung buka sendiri situs booking.com di browser atau pakai aplikasi ya karena nanti tidak muncul di database mereka). Kalau memilih memesan hotel sendiri, pastikan pilihan kamarnya yang dibayar full di muka. Setelah hotel confirmed, baru saya request ke pihak saint-petersburg.com untuk issue Visa Support Letter dengan melampirkan booking confirmation yang ada remark “Paid” dan bukti pembayaran (email notifikasi debit dari bank penerbit kartu). Visa Support Letter ini langsung dibuat dan dikirim ke email saya di hari yang sama (dalam bahasa Inggris dan Rusia). Support Letter mencantumkan itinerary lengkap kita (nama kota, hotel, checkin & check-out, dll). Jadi kalau ada hotel yang tidak di-book lewat saint-petersburg.com, kita harus mengurus sendiri Visa Support Letter khusus untuk hotel lainnya itu (biasanya pihak hotel menyediakan jasa ini tapi tidak selalu gratis).

 

Visa Support Letter

Saya juga menghubungi langsung pihak hotel untuk meminta copy Receipt untuk keperluan pengajuan visa. Sebaiknya kita secepat mungkin meminta dokumen tanda terima / bukti lunas dari pihak hotel, karena terkadang karena hambatan bahasa, hal sederhana seperti ini bisa jadi nyebelin dan lama (karena perbedaan zona waktu). Saya sampai harus mengirim email 3x, bolak-balik menjelaskan saya hanya butuh copy Receipt atau EDC slip. Reply pertama dari mereka sekedar mengiyakan, tapi ngga ngasih juga dokumen yang saya minta. Reply kedua malah memberikan link untuk issue visa support letter yang berbayar. D’oh!! 🙄

Biaya visa turis single entry proses normal (4-20 hari) sebenarnya hanya USD 70, tapi karena waktu itu saya butuh cepat (harus berangkat ke Amsterdam in less than 2 weeks), saya ambil yang proses Express (1-3 hari) dengan biaya USD 140. Saat saya datang ke Kedutaan Rusia untuk memasukkan dokumen hanya ada beberapa orang applicant di sana, jadi saya hanya menunggu sebentar. Jangan lupa bawa USD ya, karena kalau ngga akan seperti saya.. terpaksa membayar dalam Rupiah dengan kurs yang lebih tinggi. 😑  Setelah dokumen diperiksa dan dinyatakan lengkap, saya diberi Kwitansi lengkap dengan tanggal pengambilan paspor (+3 hari, di luar hari libur dan weekend). Dan 3 hari kemudian, visanya keluar deh. Russia, here I comeeeee!! 😆

 

Visa Rusia
Russian Tourist Visa

 

Note: Pemerintah Rusia sangat serius mengawasi pergerakan warganya dan juga para turis. Jadi kalau di aplikasi visa kita bilang akan tinggal di hotel A di kota X, jangan sampai saat di Rusia malah menginap di hotel B di kota Z. Pasti akan ketahuan karena pihak hotel wajib melaporkan dan mendaftarkan tamu mereka ke pemerintah. Menurut peraturan (dengan exception saat World Cup 2018), orang asing wajib didaftarkan oleh pihak host/hotel kalau akan berada di wilayah Rusia lebih dari 7 hari, tapi mana tahu ya, secara dari saat check-in, pihak hotel juga meng-copy paspor & kartu imigrasi tamunya… 🙂

Untuk cerita liburan di Rusia, bisa dicek di sini.