Investasi Ternak Online di Angon Indonesia

Investasi Ternak Online di Angon Indonesia

Jadi mulanya, beberapa bulan lalu gue lagi iseng browsing berbagai opsi investasi, mulai dari reksadana, saham, bonds, P2P lending sampai terakhir ketemu yang namanya online farming alias beternak online. Awalnya agak-agak aneh sih dan muncul banyak pertanyaan. Apa bisa dipercaya secara dulu kan pernah ada kasus investasi agribisnis bodong? Di mana hewan ternaknya? Relationship antara si penyedia platform dengan peternak apa dan bagaimana? Yakin ngga kalau hewan yang kita beli sama dengan yang di foto? Bagaimana kalau si ternak sakit dan sampai mati??
Intinya, apakah investasi ternak online di Angon Indonesia ini worth trying?

Angon Indonesia

Setelah ratusan kali browsing dan research, cari-cari info soal founder & management team-nya, akhirnya gue menjatuhkan pilihan pada Angon Indonesia karena alasan ini:

  • Angon bekerja sama dengan SPR-SPR (Sentra Peternakan Rakyat) yang tersebar di Pulau Jawa dan memberikan pelatihan juga bagi peternak.
  • Sistemnya pembelian per hewan, bukan crowdfunding. Jadi memang si hewan ternak jadi milik investor sepenuhnya dengan bukti Sertifikat Kepemilikan Berjangka. Harga pembelian udah termasuk biaya pemeliharaan selama 3 bulan (kandang, pakan ternak dan upah peternak) dan asuransi. Setelah 3 bulan, investor punya opsi untuk menjual kembali ke Angon atau memperpanjang kontrak (biaya pemeliharaan dan asuransi).
  • Pilihan hewannya lumayan beragam (terutama domba), mulai dari yang masih muda sampai dewasa (eh, ngga tau deh sapi masuk kategori dewasa itu umur berapa ya?). Di  Angon ditawarkan 3 jenis domba (Gembel, Merino dan Garut) dan 4 jenis sapi (Ongole, Hissar, Peranakan, Bali dan Simmental). Sayangnya kadang suka sold out sih. 😂
  • Penimbangan dilakukan 2x / bulan, setiap tanggal 10 dan 25 dan langsung di-update ke investor. Kenyataannya sih terkadang agak meleset, pengalaman gue di bulan pertama nggak ada update sama sekali karena timbangan rusak.

Keuntungan & Risiko

Yang namanya investasi, pastinya yang dicari profit. Tapi yang jelas nggak ada investasi yang tanpa  risiko (makanya jangan percaya dengan iming-iming investasi / penghasilan yang diklaim 0% risk!). The higher the profit, the higher the risk. Apalagi ini berurusan dengan makhluk hidup yang banyak  variabelnya (bisa sakit, ngga mood makan, dll).

Berdasarkan info di aplikasi Angon, margin (ROI) yang didapat dari beternak online ini bisa cukup lumayan. Proyeksi ROI antara 2.4% – 7% untuk domba dan 7% – 10% untuk sapi dalam jangka waktu 3 bulan. Kenapa ada spread yang lumayan besar? Karena tergantung dari berat si hewan yang bisa dipengaruhi oleh jenis dan umurnya. Ada jenis domba / sapi tertentu yang rata-rata kenaikan beratnya dalam sebulan lebih gede daripada domba / sapi lainnya. Atau kalau si domba dan sapi berada di range usia yang pas buat penggemukan, (katanya) potensi kenaikan berat badannya bisa lebih optimal. Ini pun masih tergantung lagi dengan cara memelihara si peternak di SPR. Oya, kalau mau, investor juga bisa loh visit ke SPR itu buat jenguk hewan ternak pilihannya.

Risiko beternak di Angon ini pun sebenarnya sama aja dengan beternak biasa:

  • Kenaikan berat badan ternak nggak sesuai ekspektasi, bahkan bisa turun.
  • Ternak bisa sakit, bahkan mati.

Nah, bagusnya di Angon ini ada asuransi untuk meng-cover kematian dan kalau berat badan si ternak turun lebih dari 6 kg. Angon juga kasih opsi ke investor untuk ganti ternak atau refund kalau memang perkembangan ternak nggak sesuai ekspektasi (berat nggak naik atau malah turun).

Oya, karena sifatnya memang jualan produk (ternak), Angon nggak terdaftar di OJK. Untuk urusan transaksi, dia bekerja sama dengan t-Money. Agak ribet sih karena harus kirim Form Registrasi untuk upgrade account jadi full service (biar bisa transaksi di atas Rp 1 juta).

Sejauh ini perkembangan berat ternak gue cukup bagus.. semoga tambah ndut pas panen nanti! 😂😂

Hasil Investasi di Angon

Update (15/08/2018):
Sehari sebelum jatuh tempo, si domba masih ada jadwal penimbangan sekali lagi dan ternyata naik lagi nih 2 kg! Jadi kalau dihitung-hitung, return dari investasi kali ini kurang lebih sebesar 35%! Jauh lebih tinggi dari proyeksi ROI dari Angon sendiri (13%). Tapi gue melihatnya just a beginner’s luck sih, kebetulan dapat hewan yang sehat banget dan untungnya pemeliharannya juga oke. Untuk investasi berikutnya, gue akan tetap berpatokan ke proyeksi yang diberikan si Angon. Buat manage ekspektasi ceritanya… 😁

Proses penjualan ternaknya juga nggak memakan waktu lama. Karena investasi gue kebetulan jatuh temponya pas weekend, pihak Angon baru memproses penjualannya di hari Senin, dan hari Selasa sore dananya sudah masuk ke rekening t-Money gue. Total cuma 2 hari waktu yang diperlukan. Cuma yang gue sayangkan, biaya transfer dari t-Money ke rekening bank mahal juga (Rp 7,700). Jadi waktu mau transfer, sisakan uang sejumlah Rp 7,700 di rekening t-Money sebagai biaya transfer. Semoga ke depannya Angon punya partner alternatif untuk pooling dana dengan biaya transfer yang lebih rendah.

Angon Indonesia


Baca juga:
Investasi P2P Lending di KoinWorks
Bantu Petani Lewat Crowde
Bantu UMKM Lewat GandengTangan


 


2 Replies to “Investasi Ternak Online di Angon Indonesia”

  1. mbak, itu kalau mau beli terus ternyata sold out biasanya kita nunggu berapa lama agar hewan ternaknya ada lagi? masak saya mau beli tapi gak ada yang tersedia 😥

    1. Wah, kalau soal itu saya ngga tau, harus ditanyakan langsung ke pihak Angon. Kayaknya harus rajin2 cek di app-nya deh.

Leave a Reply