Investasi P2P Lending di KoinWorks

Investasi P2P Lending di KoinWorks

Seiring dengan berkembangnya fintech di Indonesia, peer-to-peer lending atau lebih gampangnya kita sebut P2P Lending ini semakin populer belakangan ini. BTW, ada yang bilang sebenarnya P2P Lending ini tidak termasuk jenis investasi karena faktor risikonya, berbeda dengan (misalnya) saham. Padahal risiko invest di saham juga gede.. apalagi hari gini dengan adanya perang dagang kakek Trump! 😂😅 Anyway, sebelum memutuskan untuk mencoba investasi P2P Lending di KoinWorks dan Crowde, gue melakukan banyak research dulu dan bikin perbandingan antara P2P Lending, Deposito dan Reksadana dari sisi investor / pemilik dana:

Investasi P2P Lending di KoinWorks

Intinya, masing-masing produk ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing deh. Misalnya, deposito itu jelas paling aman karena dijamin LPS (maksimal Rp 2 milyar per nasabah per bank). Tapi return / bunganya relatif lebih rendah dibanding produk lain seperti reksadana atau P2P Lending dan ada nilai minimum yang harus disetor.

Di sisi lain, investasi di reksadana memerlukan ‘modal’ atau setoran minimum yang lebih kecil dibandingkan deposito dan menawarkan potensi return yang cukup tinggi untuk jangka panjang (3-5 tahun), apalagi kalau dana ditempatkan di RD Saham/Equity. Cuma dalam kondisi pasar yang lagi volatile kayak sekarang, harga saham dan yield obligasi yang naik turun berdampak langsung ke NAV reksadana. Nyesek banget deh kalo lagi kayak begini. 😂😂

Pengalaman gue pribadi dengan reksadana: di tahun 2008 gue iseng beli RD Schroder Dana Prestasi Plus dan per 30 Juli 2018 nilainya sudah naik 146% dari nilai setoran awal (gue lupa deh berapa NAV-nya sekarang)! Jadi rata-rata return-nya sekitar 14.64% / tahun, jauh lebih tinggi dibanding bunga deposito. Cuma kenyataannya NAV itu kan naik turun, ada saatnya nilainya drop banget. Jadi memang untuk investasi di reksadana atau saham sebaiknya menggunakan “uang dingin” alias dana khusus yang memang nggak akan dipakai dalam jangka waktu panjang.

P2P Lending KoinWorks

Gue tertarik untuk join KoinWorks karena:

  • Setoran / investasi minimumnya yang kecil (mulai dari Rp 100 ribu). Ya jelas gue nggak akan setor segitu doang sih, nggak ada untungnya. Cuma rasanya malas aja ya kalau diwajibkan setoran atau investasi minimum yang angkanya jutaan.
  • Risk profiling yang (kelihatannya) cukup baik sesuai dengan potensi return (high risk, high return).
  • Ada cukup banyak permintaan loan dengan tenor pendek (1-3 bulan) dan bridging invoice.
  • Setelah invest pertama kali, dapat cash back. Hehehe...Update: ternyata cashback koin sebesar Rp 300 ribu ini hanya temporary aja. Setelah proyek selesai dan dana beserta bunganya dikembalikan peminjam, principal amount-nya ditarik lagi oleh KoinWorks dan bunganya tetap jadi milik investor.

Tips Investasi di P2P Lending

Berdasarkan pengalaman gue yang masih secuil ini, ada beberapa tips yang bisa gue share:

  • Hal terutama dalam berinvestasi itu adalah DIVERSIFIKASI portofolio. Jangan gelap mata melihat bunga yang tinggi. 😂 Kombinasikan antara loan yang low risk (bunga lebih rendah) dengan yang higher risk (bunga lebih tinggi).
  • Baca Fact Sheet dengan teliti. Fact Sheet berisi informasi mengenai profile, analisis bisnis dan posisi keuangan terakhir si peminjam.
  • Cari Loan yang periode pengumpulan dananya sudah hampir selesai dan dana yang terkumpul hampir 80%. Kalau nggak, nanti kita sebagai investor bakal menunggu lebih lama untuk mendapatkan bunga.

O ya, kalau kalian berminat untuk investasi P2P lending di KoinWorks, bisa klik link ini untuk dapat bonus Rp 50 ribu. 😆

https://koinworks.com/invite/28802

 


Baca juga:
Bantu Petani Lewat Crowde
Bantu UMKM Lewat GandengTangan
Beternak Online di Angon Indonesia


 

2 Replies to “Investasi P2P Lending di KoinWorks”

  1. aku tau koinworks kerjasama utk cicilan edukasi macam hacktiv8

    1. Yup, betul. Selain itu ada juga program employee loan yg kerjasama dengan app Gadjian. 🙂

Leave a Reply